{SunMin couple} Teaser- First Meet

Title : {Sun-Min couple} First Meet

Author : Chocola (Choi Hyesun )

Genre : Family,Friendship,Life, etc

Length : one shoot-continue

Cast :

1. Shim Changmin (DBSK)
2. Choi Hyesun (OC)
3. Jang Geun Suk as Choi Seunghoon
4. Changmin’s parent
5. Hyesun’s parent

***

ada yang bingung sama oneshoot-continue?
Mian, itu aku yg gak tau
#author dibakar readers
Maksud aku disetiap FF SunMin(Hyesun-Changmin) diusahain bakal selalu one shoot tapi ceritanya berlanjut/berhubungan dengan one shoot yang sebelumnya.Hehehe XD

***

Hyesun’s POV~

 

“Hyesun ah!” panggil Seung hoon oppa dari halaman rumah kami sambil melambaikan tangannya cepat.Wajahnya terlihat sangat cerah.

“Ada apa oppa?” tanyaku yang tengah berlari perlahan menuruni anak tangga yang tersusun rapi dari pintu utama rumah kami sampai ke halaman depan tempat Seunghoon oppa berada.

“Kita punya tetangga baru!” seru Seunghoon oppa.

“Jeongmal?”

***

Seunghoon oppa berjalan terlebih dahulu memasuki pelataran rumah yang berada tepat disebelah rumah kami. Dulunya ada sepasang suami istri yang tinggal disini tapi beberapa bulan yang lalu mereka pindah rumah karena suaminya mendapat tugas dinas di Incheon. Rumah ini sempat terbengkalai beberapa bulan tapi tadi oppa memberitahuku bahwa kami punya tetangga baru itu artinya rumah ini tak akan menganggur lagi.

Rumah bercat coklat muda itu memiliki dua lantai, dilantai dua terdapat balkon yang memiliki pemandangan langsung ke taman kompleks. Gaya arsitektur-nya minimalis namun sangat khas korea di bagian dalamnya itu yang terakhir kali kutahu, entahlah penghuni baru rumah ini akan mengubahnya atau tidak.

“Hyesun ah ppaliwa!” Seunghoon oppa menarik tanganku, memintaku lebih cepat berjalan.”Oppa kalau kau mau aku berjalan secepat dirimu kenapa kau tidak gendong saja aku dipunggungmu?”bujukku manja, aku sangat menyukai punggung Seunghoon oppa. Rasanya sangat nyaman dan hangat.

“Aiiiissshh….kau itu sudah kelas 3 SD mau sampai kapan kau bermanja-manja pada oppa?” Seunghoon oppa berhenti sejenak tepat didepan pintu, dia tersenyum kearahku. Lalu kedua tangannya ditempelkannya pada kedua pipiku yang sudah ratusan kali bahkan ribuan kali dia sentuh seperti ini. Aku sudah hafal benar apa yang terjadi setelah ini “Hyesun ah kau tahu? Pipimu itu membuatku gemas” Seunghoon oppa menekan,mmm…Lebih tepatnya mencubit pipiku sedikit. Tapi tentu saja bagiku itu terasa sakit meskipun sedikit.

“Kajja!” Seunghoon oppa berjongkok dihadapanku, menyodorkan punggungnya yang nyaman untukku. Dugaanku tepat, aku memberikan pipiku untuknya dan dia memberikanku punggungnya,punggungnya yang selalu kurindukan.

“Gomawo oppa.” kataku sambil melompat kegirangan menaiki punggung Seunghoon oppa. “Aigoo, yeosaeng-ku ternyata bertambah berat.”godanya. “Tapi oppa tak akan menolakku kan meskipun beratku menjadi seberat gunung?”kataku penuh percaya diri.

“Oppa mana yang sanggup menolak yeosaeng semanis kau princess.”

“Kekekekeke”kekehku pelan.Aku memang sangat beruntung memiliki oppa seperti Seunghoon oppa, oppa saranghae.

***

Seunghoon oppa menahan tubuhku dengan satu tangannya sedangkan tangan yang satunya ia gunakan untuk membuka pintu rumah tetangga baru kami, aku melilitkan erat kedua tangan mungilku kelehernya agar tak jatuh.

Pintu terbuka dan terlihatlah sepatu appa dan eomma yang terpampang manis diruang depan rumah tetangga baru kami “Jatuhkan saja sandalmu Hyesun ah!”kata Seunghoon oppa dan aku menurutinya, sandal Hello Kitty ku mendarat dilantai tak beraturan sedangkan Seunghoon oppa sibuk mengganti sepatunya dengan sandal rumah yang disediakan di dekat pintu depan-mereka belum punya rak sepatu sepertinya-tapi ada sepatu yang ukurannya hampir sama dengan ukuran kakiku meski dari modelnya aku tahu pasti itu sepatu anak laki-laki. “Sepertinya kau akan punya teman baru.” Seunghoon oppa menolehkan sedikit kepalanya kearahku yang ada dipunggungnya, rupanya Seunghoon oppa juga berpikiran sama denganku.

“Aku akan punya teman baru,pasti menyenangkan.”benakku.

Seunghoon oppa menaikkan tubuhku yang mulai merosot dan terus menggendongku berjalan tak tentu arah mencari orang tua kami yang sudah pasti sedang beramah-tamah dengan tetangga baru, kami melewati sebuah ruangan yang penuh dengan rak-rak berisi buku.Perpustakaan?

Pasti pemilik rumah yang baru sangat menyukai buku sampai-sampai mereka meletakkan perpustakaan di depan. Bukannya ruang tamu seperti kebanyakan rumah lain, aku bersyukur keluargaku tergolong dalam kategori normal.

“Aigoo Hyesun ah kau jangan terus-terusan meminta Seunghoon untuk menggendongmu seperti itu…” Kami ada di ruang tamu setelah kami melewati perpustakaan tadi, berbeda dengan perpustakaan tadi yang terbilang cukup luas ruang tamu ini malah terlihat sedikit sempit. Kami benar-benar memiliki tetangga yang unik rupanya.

“Kemari” Eomma melambaikan tangannya kearah kami menandakan bahwa aku sudah harus turun dari punggung Seunghoon oppa. Seunghoon oppa perlahan-lahan berjongkok untuk menurunkanku, aku menapakkan kakiku satu persatu kelantai dan mulai menekuk wajahku. Aku memang tak suka saat diminta turun dari punggung Seunghoon oppa, semua pasti tahu itu.Aku ralat, tetangga baru kami tentu belum tahu.

“Ini putriku satu-satunya namanya Choi Hyesun yang itu putraku satu-satunya Choi Seunghoon”Eomma menyambutku lalu bicara kepada sepasang suami istri yang duduk tak jauh dari appa dan eomma, mereka kelihatan sedikit lebih muda dari appa dan eomma. Suami-istri itu nampak antusias menyambutku yang dari tadi hanya mematung berdiri didepan mereka tak tahu apa yang harus dilakukan.

“Kyeoppta,”kata ahjuma itu sambil tersenyum, ahjuma ini manis sekali saat tersenyum meski dengan kacamata yang bertengger dihidungnya. “Siapa namamu tadi anak manis?”tanya ahjussi disebelah ahjuma tadi, mereka sama-sama berkacamata. Aku sedikit ngeri, melihat tebalnya kacamata mereka dan perpustakaan tadi aku bisa menyimpulkan mereka sekeluarga adalah kutu buku. Tiba-tiba saja bulu kudukku berdiri, aku tak siap bergaul dengan orang-orang kutu buku seperti mereka.Pasti aku mati kebosanan karena setiap waktu hanya menghabiskan waktu didepan buku.”Choi Hyesun imnida”

“Hyesun? wah, nama yang bagus!”

“Kamshahamnida!”

“Kau kelas berapa?”

“Kelas 3 “

“Jinjjayo?”

“Ne”

“Kalau begitu yeobo berarti dia seumuran dengan anak kita” seru ahjuma itu pada suaminya.

“Ne..”jawab suaminya, benarkah dia seumuran denganku? Tadinya aku sangat antusias menyambut tetangga baru kami yang ternyata memiliki anak yang sebaya denganku, tapi melihat latar belakang keluarga mereka yang bersahabat erat dengan buku rasanya semua keantusiasanku hilang, kalau bisa sekarang aku ingin berlari pulang kerumah mengunci diri dikamar bermain bersama koleksi boneka-bonekaku yang lebih menarik dari pada buku. Aku benci buku!

“Changmin ah, kemari nak!” panggil ahjuma itu dengan suaranya yang bervolume besar. Beberapa menit berlalu namun tak ada yang datang.

“Changmin ah!!”Kali ini ahjuma itu sedikit berteriak. Aku melirik ahjuma itu sekilas, apa semua ibu-ibu memang sama seperti ini. Mereka bisa kelihatan lembut namun juga bisa terlihat menakutkan, sama seperti eomma kalau aku tak menurutinya untuk tidur siang.

“Ne…” ada suara menyahut, lalu ada suara derap langkah yang terburu-buru menuruni anak tangga.

Dari dalam rumah muncul sosok anak laki-laki yang sebaya denganku namun wajahnya terlihat tidak seperti orang korea kebanyakan, dia memakai T-shirt cream dengan celana hitam. Dia memegang buku ditangannya-sudah kuduga mereka sekeluarga memang memiliki hobby yang sama-tapi aku bersyukur dia tidak berkacamata, dia terlihat lumayan normal. Tidak seperti orang tuanya yang terlihat sangat kutu buku.

“Kau akan punya teman baru, namanya Choi Hyesun !” Ahjuma itu memegang bahuku, mereka memintaku untuk mendekat kearah dia,siapa namanya tadi? Changmin?

“Annyeong..” sapaku ragu sambil menggoyangkan tanganku pelan sejenis lambaian tangan tapi aku rasa itu tidak mirip lambaian tangan sama sekali karena aku sedikit memaksakan diri. Aku tak tahan dengan tatapan Changmin yang seakan ingin menelanku bulat-bulat, bahkan bibir sebelahnya nampak sedikit terangkat membuat wajahnya terlihat penuh dengan protes.

“Choi Hyesun imnida”aku mendekatinya.Mencoba meraih tangannya untuk bersalaman, paling tidak aku bisa pulang setelah aku menjabat tangan bocah tengik ini.

“Don’t touch me!” Katanya sambil mundur beberapa langkah.Tatapannya seakan-akan aku ini wabah yang menular.

“Ne?” dia bicara sesuatu yang tidak aku mengerti.

“Pabo ! Aku tadi bilang jangan sentuh aku ! Eomma aku tidak mau berteman dengan orang yang bodoh seperti dia, aku ke kamar lagi ya eomma aku belum selesai membaca buku ini.”kata Changmin sambil menggoyang-goyangkan buku ditangannya.

“Aiiiisssh………………kau itu selalu saja bicara seenaknya. Jeosonghamnida!” Ahjuma itu meminta maaf kepada appa dan eomma.

“Cisshh..lagi pula siapa yang mau berteman denganmu” Aku menjulurkan lidahku pada namja sombong itu. Apa hanya karena dia bisa berbicara dengan bahasa asing itu keren? Apa itu bisa disebut pintar? Kau namja tengik !

***

“Hyesun ah ireona!” suara Seunghoon oppa yang memiliki khas sedikit berat itu selalu menyapa pagiku, dia yang selalu membangunkanku dan mengurusiku tiap pagi karena appa dan eomma pasti sudah berangkat kerja. Ah, kenapa hari minggu itu singkat sekali aku masih ingin dirumah bersama appa,eomma dan tentu saja kakak kesayanganku Seunghoon oppa.”Kali ini kita hanya sarapan toast, gwenchana?”tanya Seunghoon oppa sambil berjalan kearah kasurku dengan mengenakan celemek birunya.

“Gwenchana oppa” kataku sambil sedikit menggeliat dikasur meregangkan sedikit otot-otot di pagi hari, sesekali mulutku menguap menandakan aku masih ingin tidur lebih lama, tapi tentu saja Seunghoon oppa akan marah kalau aku bolos sekolah. Aku tak suka oppa marah.

“Segeralah mandi, oppa menunggumu untuk sarapan. Setelah itu kita bersama-sama berangkat ke sekolah,” Seunghoon oppa berjalan kesudut kamarku, mengambil handuk lalu kembali kehadapanku sambil menyerahkan handuk ditangannya.”Kajja!”katanya sambil mencubit pipiku gemas.

***

Aku memasukkan buku-buku yang berserakan di meja belajar kedalam tas ransel hitamku, aku sudah selesai mandi dan berganti baju. Setelah menyusun jadwal untuk hari ini hanya tinggal sarapan saja jadi aku bisa berangkat kesekolah bersama dengan Seunghoon oppa, tiap pagi berjalan kaki sambil bergandengan tangan dengan oppa-mu kesekolah bukan kah itu terdengar sangat menyenangkan?

Usia kami memang terpaut lumayan jauh, sekitar tujuh tahun. Sekarang Seunghoon oppa sudah berada di kelas 1 SMU sedang aku kelas 3 SD. Tapi kami tak pernah merasakan usia kami yang terpaut jauh itu sebagai halangan, justru aku sangat nyaman karena Seunghoon oppa dapat menjagaku dengan baik. Aku akan memberinya gelar Oppa terbaik di dunia jika memang ada kontes seperti itu.

“Akhirnya, ayo cepat nanti kita bisa terlambat !” Seunghoon oppa sudah duduk manis di kursi ruang makan kami, dia sudah rapi dengan seragam SMU yang sangat cocok ditubuhnya yang tinggi.

“Kenapa dia ada disini oppa ?” tanyaku sinis sambil mengerucutkan bibirku menatap seorang bocah yang tengah asyik makan bersama Seunghoon oppa, dia terlihat seperti iblis kecil dimataku.

“Morning” kata namja tengik itu sambil terus menyantap toast dengan saus maple-nya. Lagi-lagi bicara bahasa asing, kau itu pamer sekali iblis kecil.

“Changmin akan berangkat sekolah bersama kita, tadi ahjuma dan ahjussi mengantarkannya kemari. Kau harus baik padanya, diakan belum hafal jalanan disini jadi mulai sekarang kau harus menemaninya kemana-mana , arraseo?” Mataku membelalak lebar, aku harus menemaninya kemana-mana? bukankah itu artinya aku menjadi pelayannya ? Oppa, aku sungguh tak menyangka kau akan bicara seperti itu. Kau menyerahkan adikmu sendiri kepada iblis kecil seperti dia.

“Duduklah, oppa sudah mengoleskan strawberry jam di toast mu”

***

T.B.C

***

Namanya juga teaser pasti pendek 😀
sebenernya emang belum lanjut lagi..
Lanjutannya diatas tanggal 5 agustus ya XP
Oh iya, mohon komen yang membangun buat tulisan author karna author lagi belajar memperbaiki tulisan author, ada typo,bahasanya aneh, gak ada Feel?
Author tunggu beta-readers sekalian 😀